UNIPA HARI INI

Ikuti perkembangan di Universitas Papua di sini
August 29, 2026

Rektor UNIPA Hadiri Evaluasi Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 Bersama 74 Rektor PTN di Surabaya

SURABAYA, UNIPA News (29/8/2026) — Rektor Universitas Papua (UNIPA), Prof. Dr. Hugo Warami, M.Hum., selaku anggota Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN), hadir secara langsung dalam Pembahasan Evaluasi Pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 bersama 74 Rektor Pusat UTBK yang berlangsung di JW Marriott Hotel Surabaya, Sabtu–Senin, 29–31 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan agenda evaluasi nasional yang mempertemukan 74 Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ditetapkan sebagai Pusat Penyelenggara UTBK-SNBT Tahun 2026. Berdasarkan surat undangan resmi SNPMB Nomor 431/und/snpmb/VIII/2026, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dan peserta diminta hadir secara langsung serta tidak diwakilkan.

Pada hari pertama, Sabtu (29/8), agenda diawali dengan registrasi dan check-in, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan dan pengarahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), serta pembahasan evaluasi pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 bersama 74 Rektor Pusat UTBK.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas kerja keras para Rektor PTN dalam pelaksanaan proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras yang telah saudara-saudari Rektor PTN lakukan dalam proses penerimaan mahasiswa melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.”

Mendiktisaintek juga menekankan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan seleksi nasional perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di tengah sorotan terhadap integritas, wibawa, dan otonomi perguruan tinggi.

Menurutnya, respons dan komitmen perguruan tinggi terhadap perbaikan tata kelola penerimaan mahasiswa baru merupakan bagian penting dari upaya membangun transparansi sekaligus merespons berbagai praktik buruk yang masih berpotensi terjadi dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.

UNIPA Pastikan Pelaksanaan UTBK-SNBT di Tanah Papua Berjalan Lancar

Dalam rapat evaluasi tersebut, Rektor UNIPA, Prof. Dr. Hugo Warami, M.Hum., turut menyampaikan sejumlah hal terkait pelaksanaan UTBK-SNBT 2026, khususnya posisi dan peran UNIPA sebagai salah satu Pusat UTBK di Tanah Papua.

Pertama, pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 di Papua Barat dan Papua Barat Daya telah berjalan dengan baik dan lancar. Dari sisi teknis, khususnya jaringan internet, pelaksanaan ujian tidak mengalami kendala yang berarti sehingga proses ujian dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan.

Kedua, evaluasi terhadap pelaksanaan seleksi nasional tetap diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan sekaligus memperkuat sistem pengawasan. Hal tersebut penting untuk meminimalisir potensi praktik kecurangan maupun praktik-praktik tidak semestinya yang dapat mengganggu kredibilitas dan otonomi perguruan tinggi.

Ketiga, UNIPA berkomitmen untuk terus memastikan perannya sebagai perguruan tinggi negeri di Tanah Papua dalam memfasilitasi calon mahasiswa baru secara transparan, adil, dan berintegritas, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.

Evaluasi Berlangsung Tiga Hari

Pembahasan evaluasi tidak hanya berlangsung pada hari pertama. Berdasarkan agenda resmi SNPMB, pada Minggu (30/8), para Rektor Pusat UTBK melanjutkan pembahasan evaluasi sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Pada malam harinya, agenda dilanjutkan dengan penyamaan pemahaman mengenai kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Mendikdasmen.

Sementara itu, Senin (31/8), agenda difokuskan pada penyusunan simpulan pembahasan evaluasi pelaksanaan UTBK-SNBT Tahun 2026 bersama 74 Rektor Pusat UTBK, sebelum kegiatan ditutup oleh Ketua Umum Tim Penanggung Jawab.

Keikutsertaan Rektor UNIPA dalam forum nasional tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan seleksi mahasiswa baru, khususnya untuk memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT di wilayah Tanah Papua terus berjalan dengan prinsip integritas, transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan akses pendidikan tinggi.

Lampiran Berkas