UNIPA HARI INI

Ikuti perkembangan di Universitas Papua di sini
September 28, 2026

Ruth Tabuni, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNIPA yang Aktif Berprestasi dan Mewakili Papua Barat dalam Program AIYEP 2026

MANOKWARI, UNIPA News (28/9/26). Universitas Papua (UNIPA) terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Salah satunya adalah Ruth, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris semester VII, yang telah menorehkan berbagai prestasi sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemahasiswaan.

Ruth merupakan putri asli Wamena yang lahir dan besar di Manokwari pada 22 September 2004. Ia memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Papua dengan mendapatkan dukungan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Keputusan Ruth untuk menempuh pendidikan di UNIPA didorong oleh beberapa alasan. Selain karena kedekatan dengan keluarga, ia melihat UNIPA sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki peran penting dalam pendidikan di Tanah Papua serta memiliki akreditasi yang mendukung pengembangan akademiknya.

Bagi Ruth, ada hal lain yang membuat UNIPA memiliki arti khusus dalam perjalanan pendidikannya, yaitu motto “Ilmu Untuk Kemanusiaan.” Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang pengetahuan dan teori, tetapi juga tentang kasih dan bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak bagi sesama.

“Bagi saya, ilmu untuk kemanusiaan bukan hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga tentang kasih. Sesuai dengan ajaran agama bahwa kasih adalah kunci utama. Tuhan menciptakan manusia dan memberikan berkat karena kasih,” ungkapnya.

Selama menjalani proses pendidikan di UNIPA, Ruth tidak membatasi dirinya hanya pada kegiatan akademik. Ia berani mencoba berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman baru, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Menurutnya, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses mengenal dirinya sendiri, mulai dari mengetahui kemampuan yang dimiliki, memahami hal-hal yang masih perlu diperbaiki, hingga menentukan tujuan yang ingin dicapai.

“Dari perjalanan di UNIPA, saya berani mencoba banyak hal, baik akademik maupun non-akademik. Pengalaman itu membantu saya mengenal diri sendiri, apa yang bisa saya lakukan, apa yang masih harus diperbaiki, dan apa yang ingin saya capai,” katanya.

Bagi Ruth, UNIPA bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi rumah untuk bertumbuh dan berkembang. Berbagai pengalaman yang diperolehnya selama menjadi mahasiswa menjadi bagian dari proses menuju tujuan yang lebih besar.

Perjalanan tersebut kemudian menghasilkan berbagai prestasi dan pengalaman yang telah diraih Ruth, di antaranya Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas, Juara 3 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Wilayah LLDIKTI Regional XIV, serta Juara 1 Lomba Debat Bahasa Indonesia Tingkat Jurusan.

Selain itu, Ruth juga menjadi Finalis Duta Bahasa Papua, Duta Motivator Pendidikan, serta meraih Juara 2 Putri Duta Kampus Universitas Papua. Ia juga pernah menjadi peserta Olimpiade APBN Tingkat Nasional.

Tidak berhenti pada prestasi di tingkat kampus dan nasional, Ruth juga mendapat kesempatan untuk membawa nama Papua Barat dalam program Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2026. Dalam program tersebut, Ruth akan menjadi salah satu perwakilan Papua Barat yang mengikuti pertukaran pelajar dan program pertukaran pemuda di Australia.

Kesempatan mengikuti AIYEP 2026 menjadi pengalaman penting dalam perjalanan Ruth sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Program tersebut juga membuka ruang baginya untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, mengenal budaya lain, serta membawa pengalaman dari Tanah Papua ke dalam lingkungan pertukaran pemuda internasional.

Dalam bidang kegiatan dan pelayanan, Ruth dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) Wisuda UNIPA Periode I dan II Tahun 2025 serta MC Pesparawi Nasional 2026. Ia juga pernah meraih Juara 2 Lomba Menyanyi Vocal Group dalam rangka Semarak Hari Guru (SEHARU) 2023.

Tidak hanya aktif di lingkungan kampus, Ruth juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Ia menjadi PIC Kerja Sama Papua Future Project bersama UNICEF Indonesia dalam kegiatan Pelatihan Imunisasi HPV Tahun 2025, menjadi Relawan Papua Future Project (NGO), serta turut aktif sebagai Relawan PMI.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan bagi Ruth tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Organisasi, kompetisi, kegiatan sosial, pelayanan, pertukaran pemuda, dan berbagai kesempatan lainnya menjadi ruang belajar yang membentuk dirinya.

Kepada mahasiswa baru UNIPA, Ruth berpesan agar tidak hanya berfokus pada teori dan nilai akademik, tetapi juga berani mengambil kesempatan untuk mencoba berbagai hal.

“Ketika kamu masuk dalam dunia pendidikan, apalagi universitas, itu bukan lagi seperti SMA, SMP, atau SD. Pada fase ini kamu sedang dalam proses pengenalan dan pencarian jati diri,” pesannya.

Ia mengajak mahasiswa baru untuk menggunakan setiap waktu dan kesempatan yang tersedia selama berada di kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu berani keluar dari zona nyaman, mencoba berbagai pengalaman, serta tidak menunggu kesempatan datang begitu saja.

“Pergunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada. Bukan hanya tentang belajar teori, tetapi juga praktik dan bagaimana kita bisa berdampak. Ambil setiap kesempatan yang datang, jemput bola, dan cobalah banyak hal,” tuturnya.

Ruth juga mengingatkan bahwa masa muda merupakan kesempatan yang tidak datang dua kali. Karena itu, pengalaman yang dikumpulkan selama menjadi mahasiswa akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan.

“Muda hanya sekali, tetapi pengalaman itu akan diingat seumur hidup dan menjadi pelajaran hidup. Jangan gampang menyerah sebelum mencoba. Harus berani mencoba, karena kalau tidak mencoba, kita tidak akan tahu hasilnya seperti apa,” katanya.

Menurut Ruth, keberanian untuk mencoba merupakan bagian penting dari proses belajar. Apapun hasil yang diperoleh, baik keberhasilan maupun kegagalan, keduanya tetap memberikan pembelajaran.

“Orang yang belajar dari pengalaman adalah orang yang mendapatkan ilmu yang pasti. Hasil apapun akhirnya, kamu sudah hebat ketika mau mencoba dan menantang dirimu. Ingat, kalah dan menang adalah bagian dari pelajaran,” pungkasnya.

‍

Lampiran Berkas