Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
UNIPA dan Dinas Kearsipan Perpustakaan Papua Barat Perkuat Kolaborasi Pelestarian Manuskrip dan Literasi Masyarakat
Oleh:
MANOKWARI, UNIPA News, 14 September 2026. Rektor Universitas Papua (UNIPA), Prof. Dr. Hugo Warami, M.Hum., melalui Wakil Rektor I, Prof. Jonni Marwa, menerima audiensi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat, Senin (14/9/2026), di Kampus UNIPA, Amban, Manokwari.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Sosialisasi Pelestarian Manuskrip/Naskah Kuno Daerah Provinsi Papua Barat dengan tema “Mengenal, Menjaga dan Melestarikan Manuskrip/Naskah Kuno sebagai Warisan Pengetahuan dan Budaya Papua Barat.”
Pertemuan tidak hanya membahas rencana keterlibatan UNIPA dalam kegiatan sosialisasi, tetapi juga menghasilkan sejumlah agenda kolaborasi antara UNIPA dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat, khususnya dalam bidang pelestarian manuskrip, penguatan literasi, digitalisasi perpustakaan, serta pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Empat Tenaga Ahli untuk Penyusunan Manuskrip Naskah Kuno
Salah satu poin penting yang dibahas adalah permintaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat kepada UNIPA untuk menyiapkan empat orang tenaga ahli yang akan terlibat dalam penyusunan dan pengembangan manuskrip/naskah kuno di Papua Barat.
Keterlibatan tenaga ahli dari UNIPA diharapkan dapat memperkuat aspek akademik dan keilmuan dalam proses penyusunan, pengkajian, serta dokumentasi manuskrip dan naskah kuno yang merupakan bagian dari warisan pengetahuan dan budaya Papua Barat.
Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana penyusunan peraturan pelaksanaan terkait manuskrip, sebagai salah satu langkah untuk memberikan landasan yang lebih jelas dalam upaya pelestarian, pengelolaan, pendataan, dan pemanfaatan manuskrip/naskah kuno di Papua Barat.
Siapkan MoU dan PKS Bidang Tridharma
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat juga menyatakan kesiapan untuk membangun kerja sama kelembagaan secara lebih formal dengan UNIPA melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam bidang tridharma perguruan tinggi.
Pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan menyiapkan draft MoU yang selanjutnya akan dikonsultasikan dengan pihak UNIPA, termasuk melalui Wakil Rektor IV untuk pembahasan lebih lanjut sesuai dengan bidang kerja sama yang akan dikembangkan.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi payung bagi berbagai program kolaboratif antara kedua institusi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi KKN Tematik untuk Penguatan Literasi Kampung
Agenda lain yang turut dibahas adalah rencana kolaborasi UNIPA dalam pelaksanaan KKN Tematik yang diarahkan untuk mendukung penyediaan dan penguatan tenaga pendamping literasi kampung.
Melalui program tersebut, mahasiswa UNIPA diharapkan dapat mengambil bagian dalam penguatan budaya literasi di tingkat kampung sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghubungkan kapasitas akademik mahasiswa dengan program literasi yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Digitalisasi Perpustakaan dan Penguatan Kapasitas
UNIPA dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat juga membuka peluang kolaborasi dengan UPA Perpustakaan UNIPA dalam bidang digitalisasi library serta pelatihan.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan perpustakaan, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan sistem layanan dan sumber informasi yang dapat diakses secara lebih luas.
Kolaborasi digitalisasi juga dinilai relevan dengan upaya pelestarian manuskrip. Dokumentasi dalam bentuk digital dapat menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberadaan informasi yang terkandung dalam naskah kuno sekaligus memperluas akses terhadap sumber pengetahuan tersebut.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi
Rangkaian pembahasan tersebut menunjukkan bahwa audiensi antara UNIPA dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Papua Barat tidak berhenti pada agenda sosialisasi manuskrip, tetapi berkembang menjadi rencana kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat upaya inventarisasi, dokumentasi, penelitian, pelestarian, serta pemanfaatan manuskrip/naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan literasi masyarakat.
Bagi UNIPA, kolaborasi ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjaga warisan pengetahuan dan budaya Papua serta mendorong agar kekayaan intelektual dan budaya yang tersimpan dalam manuskrip dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda Papua.
Dengan demikian, manuskrip tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan untuk membangun masa depan Papua.