UNIPA HARI INI

Ikuti perkembangan di Universitas Papua di sini
August 19, 2026

UNIPA Dukung Papedanomics 2026, Dorong Hilirisasi sebagai Akselerator Ekonomi Papua Barat

MANOKWARI, UNIPA News (19/8/26). Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, M.Hum., melalui Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si yang ikut mengawal kegiatan Bank Indonesia Goes to Campus dan Wakil Rektor III, Dr. Simson Weromin, SE., M.Si., Ak., yang ikut serta dalam Seminar Nasional Papedanomic 2026.

Kegiatan Pekan Perekonomian Papua Barat (PAPEDANOMICS 2026) tersebut merupakan tindaklanjut kerjasama yang telah ditandatangani oleh Rektor UNIPA bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat pada tahun 2025 lalu. Pada tahun 2026, kegiatan ini menjadi kolaborasi bersama yang turut didukung oleh  UNIPA melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua (FEB UNIPA), serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Papua Barat.


PAPEDANOMICS 2026 merupakan rangkaian kegiatan inspiratif yang mengangkat tema “Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Perekonomian Papua serta Penopang Stabilitas Inflasi Daerah”, dengan fokus pada penguatan nilai tambah sektor unggulan.
PAPEDANOMICS 2026 merupakan rangkaian kegiatan inspiratif yang mengangkat tema “Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Perekonomian Papua serta Penopang Stabilitas Inflasi Daerah”, dengan fokus pada penguatan nilai tambah sektor unggulan, pengembangan kajian akademik, serta peningkatan peran mahasiswa dalam merumuskan gagasan strategis pembangunan daerah Papua Barat. Pelaksanaan PAPEDANOMICS bertujuan untuk meningkatkan pemahaman stakeholders Papua Barat mengenai kondisi dan prospek perekonomian daerah, sekaligus menjadi wadah kolaborasi keilmuan bagi akademisi, praktisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam merumuskan strategi hilirisasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi Papua secara inklusif, berkelanjutan, dan mendukung stabilitas inflasi daerah.
Dalam salah satu sesi kegiatan PAPEDANOMICS 2026 tersebut, yakni Seminar Nasional menghadirkan seorang pakar ekonomi dan keuangan nasional, yakni Mirza Adityaswara, S.E., M.App.Fin., Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022–2026 sebagai Narasumber pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Papua Barat Setian mengatakan, stabilitas makroekonomi daerah harus menjadi pijakan untuk melompat menuju transformasi struktural yang lebih produktif dan bernilai tambah tinggi. Menurutnya, hal itu sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia tahun 2026 serta semangat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 bertajuk “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.
“Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Papua Barat mencapai 6,46 persen secara ctc (cumulative to cumulative) dengan inflasi yang terjaga di level 2,59 persen secara tahunan. Namun, ketergantungan pada sektor ekstraktif mentah dan tantangan konektivitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujar Setian.
Ia menambahkan, hilirisasi komoditas unggulan memiliki peran ganda atau efek pengganda (multiplier effect), yakni tidak hanya mengakselerasi pertumbuhan bernilai tambah dan membuka lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ketahanan pasokan logistik pangan guna menjaga stabilitas harga di Papua secara berkelanjutan. Sebagai pilar utama penjaringan inovasi daerah, penyelenggaraan LKTR Papedanomics 2026 mencatatkan antusiasme tinggi dengan masuknya 423 karya tulis dari kalangan akademisi, peneliti, dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Para peserta melalui proses kurasi ketat serta pembekalan matrikulasi metodologi dan data bersama UNIPA, Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, dan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Papua Barat.
Para finalis mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri, di antaranya Kepala LPEM-FEB UI Chaikal Nuryakin, Manajer Madya Bidang PEPK OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Stella Matitaputty, serta Ketua Jurusan Manajemen FEB UNIPA Rintar Agus Simatupang.
Kompetisi ini terbagi dalam dua kategori, yakni Kategori Umum Nasional yang mencakup kebijakan makro, investasi, dan rantai pasok, serta Kategori Mahasiswa Papua yang berfokus pada optimalisasi komoditas lokal dan pemberdayaan UMKM.
Puncak acara ditandai dengan penganugerahan juara sekaligus pemaparan langsung rekomendasi terbaik di hadapan pimpinan daerah dan para pemangku kepentingan.
BI menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat Papedanomics sebagai wadah kolaborasi riset dan kebijakan yang menjadi agenda tahunan (flagship) dalam mendorong lahirnya gagasan unggul bagi kemajuan ekonomi Papua Barat yang inklusif dan berkelanjutan.

Lampiran Berkas