Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
UNIPA Perkuat Jejaring Perguruan Tinggi untuk Mendukung Blue Economy dan SDG 14
Oleh:
DENPASAR, UNIPA News (26/8/26). Rektor Universitas Papua, Prof. Dr. Hugo Warami, M.Hum., melalui Wakil Rektor IV, Dr. Yusuf W. Sawaki, S.Pd, MA. Hadir mewakili Universitas Papua dalam kegiatan International Seminar on Sustainable Development Goal (SDG) 14, dengan tema "Unlocking the Blue Economy through CTI-CFF University Partnership” yang berlangsung pada Selasa-Jumat, 25-28 Agustus 2026 bertempat di Hotel Mercure Bali Legian, Bali dan diorganisir oleh Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security. Forum yang melibatkan perwakilan peserta dari UNIPA, UNCEN, Universitas OKMIN (Indonesia-Papua); UPNG, PNG University of Technology, dan Papua New Guinea University of Natural Resources and Environment (PNG UNRE), National Fisheries College; Solomon Islands National University (SINU); James Cook University, Australia. Selain itu, ada pula waki peserta dari WWF Region Papua, Konservasi Indonesia, Pemprov Papua Barat, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Kementerian Kelautan dan Perikanan, RI.
Dalam kesempatan tersebut, UNIPA dan perguruan tinggi di Tanah Papua dapat berkesempatan menyampaikan tentang konektivitas antarperguruan tinggi di Papua, PNG, Solomon Islands, dan Australia sebagai Science Hub (Jaringan Keilmuan) untuk mendukung Bismarck-Solomon Seascape (BSS) dengan research, sharing sarana dan prasarana, pendanaan bersama, dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan New Guinea dan Solomon. Universitas-universitas di kawasan ini telah membangun komitmen untuk mengembangkan kerja sama ilmu pengetahuan untuk mendukung kawasan berbasis kearifan lokal Melanesia dan memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan global. Para peserta juga sudah menyusun konsep dan rencana aksi untuk tahun 2027 sampai 2030. Pengembangan riset bersama dan konferensi ilmu pengetahuan di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon akan ditingkatkan. Universitas di kawasan ini, yang didukung oleh WWF Region Papua, juga mengembangkan Science Hub yang bernama Papuasia-Australia Connectivity of Ecology (PACE). Initiatif ini untuk menghubungkan kawasan New Guinea dan Australia sebagai satu kawasan ekologi, topografi ekosistem, sosial dan budaya yang akan menjadi kawasan untuk riset-riset bersama. Di sela-sela kegiatan tersebut, pada tanggal 26-8-2026, Dr. Yusuf W. Sawaki, S.Pd, MA., selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, mewakili UNIPA dapat mempresentasikan konsep kerja sama dengan universitas-universitas dari Kawasan Indonesia-Papua untuk berkontribusi pada Science Hub BSS dan PACE Initiative, dan Dr. Selvi Tebaiy, S.Pi., M.Si, selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIPA sekaligus mewakili semua perguruan tinggi dari Papua di dalam kerja sama dapat berkesempatan mempresentasikan tentang “Unlocking the Blue Economy di Kawasan Papua”.