Universitas Papua (selanjutnya disebut UNIPA) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 153 tahun 2000, tanggal 3 November 2000. UNIPA merupakan pengembangan dari Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih. UNIPA diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 28 Juli 2001 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional. Perkembangan UNIPA melalui tiga periode, yaitu periode FPPK UNCEN (1964-1982), periode FAPERTA UNCEN (1982-2000), dan periode UNIPA (2000-sekarang).
Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan di Universitas Papua merupakan bentuk pelaksanaan dari Rencana Induk Penelitian dan Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat.
Kehidupan di dalam dan di sekitar kampus membawa pengalaman baru yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Dengan lokasi kampus yang berada di 4 kabupaten yang berbeda, mahasiswa akan terbawa untuk mengembangkan wawasan yang ke depannya akan bermanfaat bagi Papua.
UPA Bahasa UNIPA Fasilitasi Tes TOEFL ITP Gratis bagi Pegawai dan Tendik
Oleh:
MANOKWARI, UNIPA News (4 September 2026). UPA Bahasa Universitas Papua (UNIPA) menyelenggarakan Tes Test of English as a Foreign Language Institutional Testing Program (TOEFL ITP) di Gedung UPA Bahasa, Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang hadir dan mengikuti tes dari total 51 peserta yang telah mendaftar.
Kepala UPA Bahasa Universitas Papua, Dr. Maryanti E. Mokoagouw, S.S., M.Ed.St.TESOL, mengatakan bahwa pelaksanaan Tes TOEFL ITP merupakan kegiatan yang telah direncanakan sejak lama. Setelah beberapa kali pengajuan belum berhasil, pada kesempatan ini UPA Bahasa akhirnya dapat menyelenggarakan tes tersebut.
Menurut Dr. Maryanti, pelaksanaan TOEFL ITP ini salah satunya ditujukan untuk membantu pegawai dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Papua, khususnya mereka yang membutuhkan kemampuan dan sertifikat bahasa Inggris untuk mendukung kebutuhan akademik maupun pengembangan profesional.
“Awalnya untuk membantu dosen atau mungkin staf di UNIPA,” ujar Dr. Maryanti.
Ia menjelaskan bahwa TOEFL ITP umumnya dibutuhkan bagi mereka yang akan melanjutkan studi. Meskipun terdapat program tertentu yang memiliki ketentuan tersendiri mengenai persyaratan TOEFL, kepemilikan skor TOEFL tetap memberikan keuntungan bagi peserta, terutama sebagai salah satu dokumen pendukung untuk melamar atau melanjutkan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, UPA Bahasa bekerja sama dengan lembaga penyelenggara resmi yang menyediakan Tes TOEFL ITP di Indonesia. UPA Bahasa berperan sebagai penyelenggara di Manokwari, sementara materi tes dipesan melalui lembaga penyedia tersebut.
Proses persiapan tes membutuhkan waktu karena soal harus dipesan sekitar 16 hari sebelum tanggal pelaksanaan. Karena itu, UPA Bahasa perlu melakukan pendataan dan pendaftaran peserta lebih awal.
UPA Bahasa pada awalnya menargetkan sekitar 50 peserta. Dari 51 peserta yang melakukan pendaftaran, sebanyak 36 peserta hadir dan mengikuti tes, sementara sebagian lainnya tidak hadir atau membatalkan keikutsertaan.
Yang menjadi salah satu keunggulan dalam pelaksanaan kali ini, Tes TOEFL ITP diberikan secara gratis bagi pegawai dan tenaga kependidikan (tendik) UNIPA. Fasilitasi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Universitas Papua, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris.
Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti tes melalui jalur reguler, biaya yang dikenakan adalah sekitar Rp850.000 untuk satu kali tes.
Dengan adanya fasilitasi ini, UPA Bahasa UNIPA diharapkan dapat membantu pegawai dan tendik memperoleh kesempatan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris mereka melalui TOEFL ITP tanpa harus mengeluarkan biaya tes.
Pelaksanaan TOEFL ITP juga menjadi bagian dari upaya UPA Bahasa dalam memperkuat layanan kebahasaan di lingkungan Universitas Papua. Ke depan, layanan tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan akademik, studi lanjut, maupun pengembangan profesional sivitas akademika UNIPA.
Melalui kegiatan ini, UPA Bahasa UNIPA menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kebahasaan yang dapat menunjang peningkatan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pelaksanaan tes bahasa Inggris bagi warga Universitas Papua.